Raker BRMP 2026 Perkuat Modernisasi Pertanian dan Tata Kelola
BELITUNG Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) memperkuat komitmen percepatan program strategis, penguatan tata kelola, serta peningkatan kinerja organisasi melalui Rapat Kerja (Raker) BRMP Tahun 2026 yang berlangsung di Belitung, 7–9 Oktober 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Akselerasi Program dan Tata Kelola Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian untuk Mendukung Program Strategis Kementerian Pertanian”.
Raker menjadi forum konsolidasi pimpinan dan jajaran BRMP untuk menyamakan langkah dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian, khususnya percepatan modernisasi pertanian, penguatan peran penyuluh, peningkatan kinerja manajemen, serta optimalisasi pelaksanaan anggaran dan pengelolaan sumber daya manusia.
Dalam arahannya, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Dr. Fadjry Djufry, menekankan pentingnya memperkuat peran BRMP dalam menghasilkan, merakit, dan menerapkan teknologi pertanian agar inovasi dapat dimanfaatkan secara nyata oleh petani.
Integrasi penyuluh ke dalam BRMP menjadi salah satu langkah strategis untuk mendekatkan sumber teknologi dengan pelaksana diseminasi di lapangan. Melalui integrasi tersebut, penyuluh diharapkan mampu mempercepat penyampaian informasi dan penerapan inovasi teknologi kepada petani sesuai kebutuhan wilayah.
“Penyuluh harus dekat dengan sumber teknologi. Yang memiliki teknologi harus disatukan dengan yang mendiseminasikannya, sehingga teknologi tidak berhenti di balai, tetapi sampai dan diterapkan oleh petani,” tegasnya.
Salah satu agenda utama Raker adalah percepatan pelaksanaan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM AAS) Tahun 2026–2027. Pembahasan mencakup dukungan terhadap percepatan program PM AAS, distribusi benih untuk mendukung target 1 juta hektar pada 2026, serta persiapan kebutuhan benih untuk tahun 2027.
Selain ketersediaan benih, perhatian juga diberikan pada dukungan pupuk dan alat mesin pertanian prapanen. Sinergi lintas unit kerja dan dukungan pelaksanaan di daerah menjadi faktor penting agar target program dapat dicapai secara efektif dan tepat sasaran.
Raker juga menegaskan pentingnya komitmen manajemen dalam memastikan seluruh program berjalan sesuai perencanaan dan target kinerja. Hal ini mencakup percepatan realisasi anggaran, penguatan akuntabilitas, penataan organisasi, serta pengelolaan kepegawaian yang mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi BRMP.
Setiap satuan kerja diharapkan meningkatkan koordinasi, mengidentifikasi hambatan pelaksanaan kegiatan, serta mengambil langkah percepatan agar penyerapan anggaran lebih optimal dan sejalan dengan capaian kinerja. Pengelolaan sumber daya manusia juga menjadi perhatian untuk memastikan kebutuhan organisasi, penempatan pegawai, dan pelaksanaan tugas berjalan secara efektif.
Selain agenda tersebut, Raker membahas pengembangan program modernisasi pertanian Tahun 2027, pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), penataan jabatan fungsional, serta pengembangan ICARE melalui skema Matching Grant.
Bagi BRMP Sulawesi Barat, hasil Raker menjadi acuan untuk memperkuat pelaksanaan program modernisasi pertanian di daerah, terutama melalui sinergi teknologi dan penyuluhan, dukungan terhadap percepatan PM AAS, serta peningkatan kinerja manajemen dan realisasi anggaran.
Tindak lanjut di tingkat daerah diarahkan pada penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, optimalisasi pendampingan penerapan teknologi, serta pengelolaan sumber daya dan anggaran secara efektif, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
Melalui Raker BRMP Tahun 2026, seluruh jajaran diharapkan semakin solid dalam menerjemahkan kebijakan menjadi langkah nyata di lapangan. Penguatan tata kelola, integrasi penyuluh, percepatan pertanian modern, serta komitmen terhadap kinerja dan anggaran menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan produksi dan mewujudkan swasembada pangan nasional.